GAMBARAN POLA MAKAN PADA PASIEN GASTRITIS
Abstract
Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan di masyarakat dengan prevalensi yang cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Republik Indonesia pada tahun 2019 mencatat bahwa kasus grastitis termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak di Indonesia. Di daerah kota bandung sendiri terdapat 8,976 (1,02%). Gastritis dapat mengalami kekambuhan dimana kekambuhan yang terjadi pada penderita gastritis dapat dipengaruhi oleh pengaturan pola makan yang tidak baik dan juga faktor stres. Dampak dari gastritis bisa mengalami komplikasi seperti perdarahan saluran cerna bagian atas, hematemesis dan melena (anemia), ulkus peptikum, perforasi. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya gastritis yaitu biasakan makan dengan teratur, kunyah makanan dengan baik, jangan makan terlalu banyak, jangan berbaring setelah makan, kurangi makanan yang pedas dan asam, kurangi menyantap makanan yang menimbulkan gas, jangan makan makanan yang terlalu dingin dan panas, mengurangi makanan yang digoreng, kurangi konsumsi coklat. Pengaturan pola makan yang tidak baik dan tidak teratur akan menimbulkan kekambuhan pada penderita gastritis. Oleh karena itu pengaturan pola makan yang baik dan teratur merupakan salah satu tindakan preventif dalam mencegah kekambuhan gastritis. Penelitian ini dilakukan terhadap 60 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Ditemukan bahwa bahwa dari 60 responden, setengahnya memiliki memiliki pola makan yang tidak baik sebanyak 33 responden (55.0%), sedangkan responden dengan pola makan baik sebanyak 27 responden (45.0 %).
Downloads
References
Ariyana R. (2018) Hubungan pola makan dengan kekambuhan gastritis di poliklinik penyakit dalam Jurnal Kesehatan Andalas.; 7(2) rumah sakit umum daerah DR. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun (artikel penelitian). Aceh: Universitas Syiah Kuala.
Fitriah, Yatmi. (2017). Pola Makan Mahasiswa Dengan Gastritis Yang Terlibat Dalam Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan Di Universitas Islam Negeri Jakarta. (Vol. 87, Issue 1,2).
Herman RB. (2004) Fisiologi pencernaan. Padang: Universitas Andalas.
Mansjoer A. (2001) Kapita selekta kedokteran. Edisi ke-3. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia;
Maulidiyah U (2006). Hubungan antara stres dan kebiasaan makan dengan terjadinya kekambuhan gastritis (skripsi). Semarang: Universitas Airlangga.
Nuramalia. (2021). Kejadian Gastritis Pada Remaja Di Sman 4 Bantimurung-Maros. Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gastritis Pada Remaja Di Sman 4 Bantimurung-Maros Tahun 2021, 80.
Novitayanti, E. (2020). Identifikasi Kejadian Gastritis Pada Siswa Smu Muhammadyah 3 Masaran. Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, 10(1), 18-22.
Price SA, Lorraine MW. (2005) Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Dalam: Patofisiologi. Edisi ke-6. Terjemahan: Brahm U, Pendit, et al. Jakarta: EGC;
Setiati S, Idrus A, et al (2014). Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II Edisi ke-4. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2014. hlm.1768-71.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantittif Kualitatif Dan R&D (Sutopo (Ed.); 1st Ed.). Alfabeta.
Tussakinah, W., Masrul, M., & Burhan, I. R. (2018). Hubungan Pola Makan dan Tingkat Stres terhadap Kekambuhan Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Tarok Kota Payakumbuh Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2), 217. https://doi.org/10.25077/jka.v7i2.805
Uwa, L. F., Milwati, S., & Sulasmini, S. (2019). Hubungan antara stres dan pola makan dengan kejadian gastritis yang terjadi di puskesmas dinoyo. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 4(1).


.png)
.png)
