GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN MANAJEMEN DIRI PENDERITA DIABETES MELLITUS TYPE II DI SALAH SATU PUSKESMAS DI KOTA BANDUNG
Abstract
Latar belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan metabolik tubuh yang ditandai dengan hiperglikemia. Pengelolaan diabetes melitus dimulai dengan pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pengontrolan kadar gula darah, pengaturan minum obat dan perawatan kaki. penelitian: untuk menggambarkan tingkat kepatuhan manajemen diri penderita diabetes melitus tipe II di Salah Satu Puskesmas di Kota Bandung. Metodologi penelitian: desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional, jumlah sampel 61 responden dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner manajemen diri (DSMQ). Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil, sebagian besar responden memiliki kepatuhan manajemen diri yang buruk (52,5%). Simpulan mayoritas kepatuhan manajemen nyeri buruk. Saran: bagi penelitian selanjutnya dapat meneliti tentang faktor-faktor kepatuhan manajemen diri pasien DM.
Downloads
References
Amu, Y. (2014). Faktor Resiko Kejadian Penyakit Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Prof. Dr. Hi. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Skripsi, 42(4), 1. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Chaidir, R., Wahyuni, A. S., & Furkhani, D. W. (2017). Hubungan Self Care Dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Endurance, 2(2), 132. https://doi.org/10.22216/jen.v2i2.1357
Depkes. (2014). Infodatin. Kementerian kesehatan RI; Pusat data dan informasi diakses pada tanggal 18 Februari 2019. Retrieved from http://www.depkes.go.id/resources/ download/pusdatin/infodatin/infodatindiabetes.pdf.
Dinas Kesehatan Kota Bandung. (2019). Laporan Data Diabetes Melitus. Kota Bandung.
Farida (2018). Karakteristik Responden Penderita DM Tipe II
Huang, M., Zhao, R., Li, S., & Jiang, X. (2014). Self-Management Behavior in Patients with Diabetes Type 2 : A Cross-Sectional Survey in Western Urban. Plos One, 9(4). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0095138
International Diabetes Federation. (2015). Diabetes Atlas Sixth Edition. Idf Diabetes Atlas. https://doi.org/2-930229-80-2
Irawan, D. (2010). Prevalensi Dan Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Di Daerah Urban Indonesia (Analisa Data Sekunder RISKESDAS 2007). Tesis. Universitas Indonesia.
Ismayanti, D. (2015). Hubungan Kualitas Hidup Pasien Stroke Dengan Perawatan Diri (Self Care) Di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
Junianty, S., Nursiswati, & Emaliyawati, E. (2012). Hubungan Tingkat Self Care Dengan Kejadian Komplikasi Pada Pasien DM Tipe 2 Di Ruang Rawat Inap RSUD. Universitas Padjajaran.
Kusniawati. (2013). Analisis Faktor Yang Berkontribusi Terhadap Self Care Diabetes Pada Klien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Umum Tangerang. Tesis. Universitas Indonesia.
Luthfa, I., & Fadhilah, N. (2019). Self Management Menentukan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Endurance, 4(2), 402. https://doi.org/10.22216/jen.v4i2.4026
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Safitri, W. (2016). Efikasi Diri dalam Foot Self-Care Pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Srondol Semarang. Jurusan Keperawatan Universitas Diponegoro.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Suiraoka. (2012). Penyakit Degeneratif. Yogyakarta: Nuhamedika.
Sujaya, I. N. (2008). Pola konsumsi makanan tradisional Bali sebagai faktor risiko kejadian diabetes melitus tipe 2 di Kabupaten Tabanan.


.png)
.png)
